4 Teknik Mendongeng untuk Anak
keluarga 04.44
Tweet

Jabresnet-

Jabresnet-
Jangan samaratakan sifat dan tabiat setiap anak. Mereka punya cara dan tipe kepribadian berbeda-beda.
Menurut pendongeng dan pendiri Kampoeng Dongeng (KaDo), Awam
Prakoso, yang menyebut dirinya Kak Awam, "Mendongeng punya banyak
manfaat. Salah satunya, bisa menjadi media untuk membina hubungan
orangtua dan anak."
Di dalam mendongeng pun bisa tersirat pesan yang ingin disampaikan
tanpa berkesan menguliahi yang kaku. "Sisipkan pesan moral untuk
membangun karakter anak. Sekaligus, bisa dijadikan pengalih saat anak
rewel," kata Kak Awam lagi saat memberikan materi workshop mendongeng
bersama Wall's Dreamy Creamy di restoran Birdcage, Jakarta, beberapa
waktu lalu.
Menurut Kak Awam, saat ini kebanyakan orangtua belum rutin mendongeng untuk anaknya karena beragam alasan.
Untuk membantu orangtua belajar dan membiasakan diri melakukan
aktivitas yang bermanfaat ini, Kak Awam memberikan 4 poin yang perlu
diketahui orangtua tentang kegiatan mendongeng:
1. Persiapan
a. Pilihlah atau buatlah cerita sebelum mulai mendongeng. Bisa dari
cerita di buku, internet, film, dan sebagainya. Apa pun itu, orangtua
tetap harus tahu isinya dari depan hingga belakang. Fungsinya, untuk
menyortir hal-hal yang berbau SARA, pornografi, kekerasan, dan lainnya.
Disarankan untuk memilih dongeng yang bisa membangun karakter anak.
b. Alat peraga. Bisa dengan boneka, buku, atau hal-hal lainnya untuk membantu menciptakan imajinasi anak.
c. Hafalkan dan pahami ceritanya. Kak Awam menyarankan agar
orangtua memahami dan menjadi murid pertama dari dongeng yang akan
diceritakan. Pastikan ada nilai-nilai yang ingin diajarkan.
d. Siapkan tempat. Tak harus di ruang keluarga terus, bisa
dilakukan di berbagai tempat. Pastikan untuk mengubah tempat agar anak
tidak bosan.
2. Suasana
Cari perhatian anak dengan hal-hal menarik. "Misalnya, dongengi
anak di sela-sela menyuapi ia dengan es krim, atau berkreasi dengan es
krim dan bahan-bahan lain bersama anak yang sudah lebih besar," kata Kak
Awam.
Selain dengan camilan, bisa pula dengan tebak-tebakan, membuat lagu bersama, atau permainan.
3. Teknik
a. Posisi harus nyaman.
b. Vokal dan ekspresi harus diperhatikan untuk memberi penekanan
pada hal-hal yang seru. Jangan lupa untuk melatih beragam vokal dari
karakter-karakter tertentu, misal suara kucing, suara gajah, suara ayam,
dan sebagainya.
c. Siapkan alat peraga jika memang dibutuhkan, tidak pun tak apa, masih bisa menggunakan gerak tubuh.
d. Tenang. Jangan terlihat gugup.
e. Improvisasi. Ada kondisi-kondisi tertentu dongengnya perlu
diimprovisasi supaya tidak terdengar terlalu kaku, agar suasana nyaman
dan akrab.
f. Pelibatan. Jangan biarkan si anak menjadi penonton pasif yang
akan mengantuk dalam sekejap. Biasakan untuk melibatkan anak dalam
dongeng, buat pertanyaan-pertanyaan atau keterlibatan anak sesuai
kemampuan dan usianya.
g. Bijaksana. Jangan menyamaratakan sifat semua anak. Ada anak-anak
yang sifat dasarnya cari perhatian, ada yang pemalu, ada yang tidak
fokus, dan sebagainya. Butuh kebijaksanaan orangtua untuk bisa membagi
perhatian dan agar semua mendapat bagiannya masing-masing.
4. Penutup
Pastikan untuk memberi kesimpulan dari cerita yang disampaikan agar
anak paham dengan maknanya dan bisa mengingat pesan yang ada di dalam
dongeng.







