Maling Embat Ratusan Juta dari Dua Warnet
kriminal 06.38
Tweet
source:http://www.wartakotalive.com
Jabresnet-Bekasi,
DALAM semalam, dua warung internet di lokasi terpisah di Bekasi dan Bogor digasak maling. Para pelaku menggasak harta ratusan juta rupiah berupa CPU dan monitor komputer. Di Bekasi, pelaku beraksi di warung internet (warnet) Alfaria yang terletak di Ruko Villa Mutiara Gading 2, Desa Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Selasa (10/7) dinihari.
Aksi ini diketahui oleh salah seorang operator warnet, Ferry Wahyudi (22), saat dirinya hendak membuka warnet sekitar pukul 09.30. "Waktu saya mau membuka pintu rolling door, ternyata gemboknya sudah nggak ada dan pintu kaca di balik rolling door juga sudah terbuka. Di dalam warnet, kondisnya sudah acak-acakan. Monitor dan CPU sudah raib semua," tutur Ferry,
Menurut Ferry, di dalam warnet itu sedikitnya ada 16 unit CPU (central processing unit) dan 16 unit monitor. Semuanya hilang dibawa kabur pelaku bersama uang tunai sekitar Rp 700.000. Total kerugian sekitar puluhan juta.
Kanit Reskrim Polsekta Tambun, Iptu Suwardi mengatakan, sudah ada tiga orang saksi yang dimintai keterangan terkait pembobolan warnet itu yaitu Edi Purwanto sebagai pemilik, Ferry Wahyudi sebagai operator, dan seorang perempuan yang juga rekan Ferry.
Sementara di Bogor, kawanan maling menyatroni warung internet (warnet) yang berlokasi di Jalan Raya Kedung Halang, RT 1/01, Kelurahan Kedung Halang, Kecamatan Bogor Utara, Selasa dinihari. Dari warnet milik Dede (34) ini, pelaku berhasil menggasak 19 CPU dan 18 monitor. Akibat peristiwa tersebut, kerugian yang dialami Dede Net mencapai Rp 90 juta.
Informasi yang dihimpun, aksi pencurian tersebut pertama kali diketahui oleh Doni (30), salah satu pegawai warnet yang pagi itu baru akan memulai aktivitas kerja. "Pas sampai depan warnet, ternyata pintu rolling doornya udah kebuka. Saya cek lagi, ternyata pintunya juga terbuka," ujar Doni yang ditemui di lokasi kejadian.
Melihat hal itu, pria asal Cipayung, Depok itu langsung menghubungi Dede, pemilik warnet, karena yakin kalau telah terjadi pencurian. "Jelas saya curiga, soalnya saya tahu kalau semalam warnet tutup dan yang kerja di sini juga enggak ada yang tidur disini. Enggak mungkin sepagi itu sudah buka warnet, lagian jatah yang jaga kan saya," katanya. BK/ic/wd
source:http://www.wartakotalive.com








