Nepal Larang sekolah Gunakan Nama Barat
dunia, feature 23.49
Tweet

Penduduk Bhaktapur melihat prosesi persiapan penarikan kereta dewa Bhairab ke tengah kota kuno Bhaktapur, dekat Kathmandu, Nepal, Senin (9/4). REUTERS/Navesh Chitrakar
Jabresnet-Kathmandu - Nepal melarang sekolah di negeri itu menggunakan nama Barat seperti Oxbridge, White House, dan NASA. Alasannya, mereka khawatir sistem pendidikan ini akan membuat siswa kehilangan budaya Nepal-nya.
"Kami telah menginformasikannya ke sekolah-sekolah untuk mengubah nama mereka dengan nama Nepal. Ini jelas tertulis dalam undang-undang tetapi beberapa sekolah masih melanggarnya," kata juru bicara kementerian pendidikan, Janardan Nepal.
"Mereka diberikan cukup waktu untuk mengubah nama. Hal itu tak membutuhkan waktu lama," kata Nepal, tanpa menentukan batas waktu.
Nepal bergantung pada pemerintah asing dan lembaga bantuan untuk sekitar 25 persen dari anggaran pendidikan mereka, yang nilainya mencapai US$ 715 juta. Salah satu cara menutup kekurangan biaya operasional sekolah adalah dengan menarik lebih banyak siswa. Para orang tua lebih memilih menyekolahkan anak-anaknya di sekolah-sekolah dengan nama Barat.
Diperkirakan sebanyak 250 sekolah menengah di Kathmandu dinamai tokoh-tokoh atau lembaga di Eropa dan AS, seperti "Einstein Academy" dan "Pentagon College."source:http://www.tempo.co
Penduduk Bhaktapur melihat prosesi persiapan penarikan kereta dewa Bhairab ke tengah kota kuno Bhaktapur, dekat Kathmandu, Nepal, Senin (9/4). REUTERS/Navesh Chitrakar
Jabresnet-Kathmandu - Nepal melarang sekolah di negeri itu menggunakan nama Barat seperti Oxbridge, White House, dan NASA. Alasannya, mereka khawatir sistem pendidikan ini akan membuat siswa kehilangan budaya Nepal-nya.
"Kami telah menginformasikannya ke sekolah-sekolah untuk mengubah nama mereka dengan nama Nepal. Ini jelas tertulis dalam undang-undang tetapi beberapa sekolah masih melanggarnya," kata juru bicara kementerian pendidikan, Janardan Nepal.
"Mereka diberikan cukup waktu untuk mengubah nama. Hal itu tak membutuhkan waktu lama," kata Nepal, tanpa menentukan batas waktu.
Nepal bergantung pada pemerintah asing dan lembaga bantuan untuk sekitar 25 persen dari anggaran pendidikan mereka, yang nilainya mencapai US$ 715 juta. Salah satu cara menutup kekurangan biaya operasional sekolah adalah dengan menarik lebih banyak siswa. Para orang tua lebih memilih menyekolahkan anak-anaknya di sekolah-sekolah dengan nama Barat.
Diperkirakan sebanyak 250 sekolah menengah di Kathmandu dinamai tokoh-tokoh atau lembaga di Eropa dan AS, seperti "Einstein Academy" dan "Pentagon College."source:http://www.tempo.co