Stasiun Tua Spanyol Simpan Sejarah Kelam Era Nazi


Uploaded with ImageShack.us 
Jabresnet-Stasiun yang diresmikan oleh Raja Spanyol dan Presiden Prancis ini adalah juga tempat Nazi mengirimkan emas curian sekaligus mengejar kaum Yahudi.

Di sebuah desa terpencil Spanyol, di kaki Pegunungan Pyrenees, sebuah stasiun kereta api tua menyimpan kenangan heroik sekaligus menakutkan dari era Perang Dunia (PD) II.

Adalah melalui stasiun kereta di Canfranc, desa yang memiliki 600 warga itu, pihak Nazi mengirimkan emas ke Spanyol dan Portugal. Lewat tempat itu pula kaum Yahudi kerap melarikan diri, juga para mata-mata yang membawa peralatan radio bagi kelompok perlawanan di Prancis.

Stasiun kereta itu, yang terbentang sepanjang 250 meter dan terbuat sebagian besar dari marbel, kaca dan besi, suatu kali bahkan pernah disebut "lebih besar daripda Titanic" (dalam hal rahasianya). Tempat itu pun pernah menjadi salah satu lokasi bagi beberapa adegan film Doctor Zhivago (1965) karya David Lean.

Sayangnya, saat ini, bangunan stasiun itu tengah membutuhkan perhatian khusus. Masalahnya, meski memegang peranan besar dalam sejarah Eropa dan dunia, proyek renovasi dan upaya menjadikannya sebagai museum, saat ini harus terkendala.

"Sebenarnya ada sebuah proyek yang sebagian dananya bisa saja didapatkan dari penjualan tanah/lahan di kawasan itu. Namun krisis ekonomi Spanyol telah melumpuhkan sektor properti saat ini," ungkap Wali Kota Canfranc, Fernando Sanchez, kepada kantor berita DPA.

Stasiun kereta Canfranc itu sendiri berlokasi sekitar 8 km dari perbatasan Prancis. Dalam pembangunannya dulu, sebuah terowongan telah dibuat menembus pegunungan, sungai dibendung dan dibelokkan, serta hutan luas dibabat, demi membuat jalur transportasi penting yang menghubungkan Spanyol dan Prancis itu.

Stasiun kereta itu sendiri dibuka secara resmi awalnya pada 1928 oleh Raja Spanyol saat itu, Alfonso XIII, bersama Presiden Prancis, Gaston Doumergue. Hanya saja, stasiun tersebut lantas tak begitu banyak didengar peran pentingnya, sebelum kemudian menjadi salah satu titik vital di era PD II.

Baru pada tahun 2000 lalu, seorang supir bus menemukan sejumlah dokumen yang berserakan di sekitar stasiun tersebut, yang mengungkapkan bahwa Nazi telah menggunakan jalur kereta itu untuk mengirimkan emas. Menurut Ramon J Campo, seorang peneliti, jumlah emas yang melewati stasiun itu mencapai lebih dari 86 ton antara tahun 1942-1943.

Dikatakan, emas-emas itu dicuri (Nazi) dari bank-bank sentral Eropa, serta dari orang-orang Yahudi di kamp konsentrasi. Sebagian di antaranya langsung digunakan untuk membeli wolfram dari Spanyol dan Portugal untuk industri senjata Jerman saat itu.

Ketika itu, diktator Spanyol, Francisco Franco, memang punya koneksi kuat dengan Nazi Jerman. Namun, ia juga banyak bergantung pada kiriman minyak dari pihak sekutu, hingga sekaligus membiarkan perbatasan Canfranc tetap terbuka, yang membuat para pengungsi mudah melintas.

Kaum Yahudi dan masyarakat lain yang dikejar-kejar Nazi, memang saat itu banyak yang harus melintas lewat Spanyol menuju Portugal atau ke Afrika Utara, sebelum kemudian meneruskan perjalan ke benua Amerika. Namun itu tidak lama, karena sejak 1942, ketika sekitar 50 tentara Jerman berposko di sana, harapan besar para pelarian pun tertutup.source:http://www.beritasatu.com/

Posted by The Masnur on 04.21. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0

Youtube

2010 BlogNews Magazine. All Rights Reserved. - Designed by SimplexDesign